Tak usah dibaca

Hey, sekarang masih jam 18:47..
Lagi pengen nulis tapi ntah nulis apa, 
Mungkin karena sampe sekarang belum menemukan orang yang enak diajak sharing jadinya kalo ngga disimpen sendiri ya ditulis tulis aja di di note atau iseng masukin ke blog gak jelas ini.
Hahaha miris ya..

 Mungkin beberapa jam kedepan aku bakal jadi orang yang diem, sedikit kecewa menyelimuti hati. Tapi cuma sedikit, yang lainya masih shock dan sedih || skip..

Hey hey,, semangatku sekarang jadi Semangit lho..
Tau kan semangit? Bukan lebih bersemangat atau sangat bersemangat!
Semangit itu artinya Busuk. Bahasa jawa lho itu, mari tambah wawasan 

Maklum ya nulis apa juga gak jelas,dan aku belum ingin nulis tentang sajak atau sindirin buat diriku sendiri. Tau kenapa? Lagi Galau, bahas kerenya kan begitu.
Tapi dalam bahasaku, aku ngga tau apa yang harus aku lakukan.
Sekarang masih sendiri, bener-bener pengen sendirian.
Senengnya ditempat ini adalah lebih banyak sendirinya. Pernah sampai 4 hari sendiri, tanpa komunikasi,bicara,ketemu orang-orang.kecuali bicara sama customer atau klien ya, yang nota bene cuma bicara ngga lebih dari 10 menit.
Gampang banget disini buat merenung, tanpa takut diganggu orang. Positifnya, susah banget cari tempat kayak gini. Ngga usah bicarain negativenya, gak afdhol.

Beberapa hari ini selera humorku bermain ntah kemana, mungkin bakal lumayan lama dia gak bakal pulang..sedih rasanya.
Yah biar aku aja yang tahu, tugasku sekarang adalah:

- Mengikuti segala aktifitas yang ntah ngga tau apa
- Berlagak seperti orang normal
- Menampilkan senyum hangat mempesona pada siapapun meski hati ini pengen marah+teriak sehabis-habisnya
- Pura-pura gak ada apa-apa,balik ke poin nomor 2, berlagak seperti orang normal.

Intinya..
Pretending
Let's be whatever we want
It's okay whatever you want to be the good one or the bad one
It's totally your choice

Perlukah judul??

Rasa ini membaur dalam lingkup hati yang sunyi, bersaing melawan kepingan-kepingan noktah kelam masa lalu,
Meretas pada senyap yang menyeluruh diseparuh malam, akankah ada sebias cahaya datang untuk mencanarkan misteri hati sebelum labirin berkerak dibumi tuaku?
Aku ingin penjabaran yang mampu merubah kegalauan hati menjadi kedamaian yang hakiki..
Rasaku terus mendayung melintasinfase-fase yang senyap dan gelap..
Terombang-ambing dimuara pesakitan dan terdampar aku disamudra asing tak bertepi..

Aku tak dapat lagi memanggul tinggi hasrat hati untuk mencapai puncak getaran cinta yang sejati,
Merajut simpony samar dalam jiwa, rasa ngilu itu masih hidup dalam jiwaku.
Sungguh..
Tak jarang aku terdiam, merenung  menyenandungkan irama sunyi dalam bait Do'aku

TUHAN..
Kusadar raga dan jiwa ini seutuhnya kepunyaan-Mu
Nafas ini pun kutahu juga titipan-Mu
Engkau menciptakan dengan rasa dan takdir yang berbeda dengan yang lain,
Kini semua kukembalikan pada-Mu

Lewat simpuhku selayak pengemis diantara reruntuhan bening kembar yang tiada kesat..
Tataplah aku dengan cahaya kasih-Mu agar langkahku kembali tegar dalam meniti takdir ketetapan-Mu.

Tak Berhenti Berharap

Sudah lama aku menyulam khayalan pada tirai hujan menata wajahmu disana serupa puzzle, sekeping demi sekeping. Dengan perekat kenangan di tiap sisinya, lalu saat semua menjelma sempurna..
Kubingkai lukisan parasmu itu dalam setiap leleh rindu yang kupelihara disudut hati dengan rasa resah dari musim ke musim..

Cinta selalu memendam rahasia dan misterinya sendiri. Pada langit, pada hujan, katamu lirih terbata-bata.
Dan seketika, linangan air matamu menjelma bagai deras aliran sungai yang menghanyutkanku, Jauh kehulu dimana harapan kita karam disana..

Sudah lama aku memindai sosokmu pada derai gerimis, memastikan setiap serpih mimpiku untuk bersama membangun surga ditelapak kakimu dapat menjadi nyata.
Tapi selalu semuanya segera berlalu dan sirna, bersama desir angin diberanda.
Percayalah, aku ada dinadimu seperti kamu ada didarahku, Bisikmu pelan ketika bayangmu perlahan memudar dibalik rinai hujan..

Ketika aku sadar hidup tak seindah impianku, Bukan berarti aku berhenti bermimpi..
Ketika hidup tak seindah harapanku, Tidak berarti pula aku berhenti berharap..
Dah ketika aku sadari hidup tak seindah puisi, Bukan berarti juga aku akan berhenti berekspresi..

Dan sesungguhnya yang aku butuhka bukan putih atau hitamnya tuts piano, Karena bila keduanya dimainkan akan melahirkan melodi dan harmoni...

I hope..

Semoga do'aku diwajah malam ini tak pernah sia-sia dengan tengadah tangan dan tundukan kesombongan dalam-dalam... Merangkak, Mengetuk pintu-Mu mengais celah tersisa..

Semoga do'aku diwajah malam ini senantiasa menggetarkan jiwa resah yang tersenggal lara, Seperti dedaunan terhembus semilir angin pagi dan menawar dahaga hati..

Semoga do'aku diwajah malam ini bukan sekedar lafalan kata-kata yang berlalu lenyap, Laksana embun bergulir dipucuk daun dan menguap dalam gersang hari, Kala mentari beranjak pergi..

Semoga do'aku diwajah malam ini masih terselip engkau yang terlantun karna sekeping mimpi..

Tanya Hati

Ada saat di mana aku merasa:
Begitu ‘kecil’,Begitu kurang...
Begitu tidak sempurna...
Begitu tidak baik...
Begitu tidak pantas...Bahkan bgitu naif untukmu...

Namun saat itu juga aku sering bergumam dalam hati...
Maukah kau tetap menjadi pengingatku,
Saat aku lupa akan banyak hal... 
Maukah kau tetap berada disampingku, 
Saat aku sedang menjadi seorang yang tak terlalu menyenangkan...
Maukah kau bertahan tinggal, 

Saat aku benar-benar menjadi pria kecil yang menyebalkan....
 

Maukah kau tetap menjadi temanku bernyanyi,
Saat suaraku sedang tidak indah didengar dan sumbang....
Maukah kau tetap menghubungiku,

Saat kukatakan aku tak mau dihubungi...
Maukah kau tetap berusaha memahami, 

Saat seisi dunia telah menghakimi....
Maukah kau dengan rendah hati mengalah, 

Saat aku sedang tak ingin disanggah...
 

Maukah kau memberi pelukan? 
Saat tangis tak mampu kuelakkan... 
Maukah? 
Dan yang terpenting adalah... 
Maukah kau tidak beranjak pergi dan tetap mencintai....
Saat aku sedang berada di titik terendah...
Mungkin ini sajak terakhirku,
Saat aku sadari semua itu pernah aku lakukan untukmu,tanpa lelah!!